High Avatar Chapter 8


Elite Gray Snake


"Asia, Asia.. bantu aku!"

"Dimengerti!" Teriak Asia. "Kekuatan suci bimbing kami menuju kemenangan, Healing Hand!"

Saat Fatty sang Knight dan Anonim tengah menyerang seekor rubah dibarisan depan, Qilin membantu menyerang rubah itu dari belakang dan Asia membantu penyembuhan. Mereka menggunakan strategi ini karena Fatty adalah Tanker, HP paling tinggi diantara mereka, dan sisanya memiliki HP dan Defense yang relatif rendah. Kecuali Anonim.

Rubah itu bergerak dengan lincah dari satu tempat ketempat yang lain. Menghindari serangan Fatty dengan sedikit damage, dan ekornya menyerang ketika rubah itu tiba-tiba berputar yang kadang-kadang mengeluarkan critical hingga membuat Fatty mundur.

Dengan sedikit stamina yang tersisa, Fatty sering mendapati dirinya sendiri pada resiko tak bisa bergerak.

Lalu, Asia akan memberi dia penyembuhan yang cepat untuk mengisi ulang HP dan staminanya sementara yang lain menyerang rubah itu untuk menarik perhatiannya menjauh dari Fatty.

Kerja sama dari mereka berempat sangat kompak. Mereka tidak berebut item drop, ataupun bertengkar gara-gara hal kecil. Pengertian diantara rekan timnya yang telah dibentuk dalam waktu yang singkat. Mungkin mereka seperti telah satu tim di game online dalam waktu yang lama, namun faktanya mereka baru membentuk party 5 menit yang lalu.


*****


Anonim teriak pada Fatty di sampingnya memberi peringatan.

"Hati-hati, Fatty!"

"Oke." Dia menjawab sangat singkat.

"Aku akan menarik perhatiannya terlebih dulu, Anonim, kamu seranglah kemudian. Seperti ketika dia hampir mati."

Fatty memukul si rubah, yang secara reflek melompat kearahnya. Anonim dan Qilin menghujankan serangan, baik serangan fisik dan serangan sihir, pada korban mereka.

Ketika HP rubah tinggal sepertiga, Anonim menyerbu. Dia memiliki pengalaman tentang pertempuran sebelumnya dalam game The World, dia telah terbiasa dengan pertarungan pedang melalui ratusan duel. Ditambah, dia telah memukuli orang-orangan sawah 5000 kali.

Pedang besi itu mengeluarkan jejak cahaya hitam di udara untuk sesaat. Diujung jejak setengah lingkaran itu adalah si rubah. Anonim telah menyesuaikan waktu serangan begitu tepat hingga si rubah tidak bisa menghindari serangannya.

*Ding*

Critical Hit!

Itu hanya muncul ketika damage yang dihasilkan dua kali lipat sebagai hasil dari sebuah serangan yang efektif dan timing yang tepat. Rubah itu terbelah menjadi dua, dan menghilang dalam cahaya. Itu menjatuhkan dua item. Kulit rubah dan daging.

Kau bisa memakan daging tersebut atau memasaknya terlebih dahulu, kulit rubah juga salah satu dari bahan yang sering digunakan untuk membuat pakaian. Produksi semacam itu membutuhkan skill tertentu. Para pemula jarang yang mempelajari skill seperti memasak dan menjahit. Kebanyakkan item-item ini berakhir dijual di toko terdekat.

"Gerakan yang bagus! Seranganmu tepat sasaran." Ucap Qilin Tersenyum, lalu mengumpulkan item-item itu. Anonim dan Fatty masih berjaga-jaga terhadap serangan rubah lainnya, mereka senang atas keberhasilan mereka.

"Anonim, kita akan membagikan item-itemnya ketika perburuan selesai."

"Oke."

"Kalau begitu, aku akan pergi memancing rubah yang lain. Semuanya, bersiaplah." seru Fatty

"Oke, bawakan rubah yang penuh dengan item lagi."

"Asem, emang aku bisa ngatur yang begituan?" Kata Fatty sambil bercanda. Dia mengirim serangan pada rubah yang tengah berkeliaran, dan menariknya mendekat.

"Kalau begitu Anonim, tolong bantu Fatty membawa para rubah kesini."

Anonim bergerak dengan liar. Ketika Fatty kembali, saat terkena damage dari rubah, dia dengan cepat menghabisinya. Para rubah yang ditarik oleh Fatty pun tewas dalam sekejap oleh pedangnya, berubah menjadi cahaya abu-abu.

Sekarang Anonim mencapai level 7. Dia memutuskan untuk menghabiskan semua bonus poin statistik pada Agility. Semakin besar Agility, semakin mudah untuk menghindari serangan musuh dan lebih banyak kesempatan seranganmu mengenai musuh. Hal itu berhubungan langsung dengan akurasi.

Perburuan besar berlanjut. Senang dengan kecepatan tersebut, Qilin dan Asia tidak bisa mempercayai keberuntungan mereka. Mereka tidak pernah mengalami perburuan yang fantastis seperti ini.

"Fatty, bawa lebih banyak rubah kesini."

"Dimengerti. Serahkan saja segalanya padaku. kalian bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada serangan."

Fatty tengah sibuk menarik para rubah untuk mereka. Begitu juga Anonim.

Jika Anonim berburu sendirian, dia harus berkeliaran mencari monster target dan sering beristirahat untuk mengisi ulang staminanya ketika telah habis. Sebaliknya, partynya menyediakan umpan dan seorang Priest untuk penyembuhan, yang secara jelas mempercepat kecepatan berburu mereka.

Ini tidak seperti bermain solo. berburu dengan party lebih cepat walaupun exp akan dibagi rata dengan tim kelompok party mereka. Namun dari segi berburu mereka dapat membunuh 2 kali lebih banyak monster daripada berburu sendirian.

"Kyaaaaaaagh!"

Fatty membuat sebuah kesalahan fatal. Ketika dia berusaha memancing seekor rubah, dia secara tak sengaja menarik perhatian seekor ular dari dalam hutan.

Sambil berusaha kabur. Fatty berteriak, "Larilah, semuanya!"


*Ding*

Elite Gray Snake

Ular ini biasa hidup di kedalaman hutan dan sangat agresif terhadap orang yang memasuki wilayahnya, serangan ekornya cukup mematikan dan racun dari ular ini cukup berbahaya.

Lv: 17
HP: 1000/1000
Demage: 350-400


Ular itu mengejar Fatty. Mulutnya yang mengerikan meneteskan cairan racun. Sementara yang lainnya masih terkejut, Fatty sudah diserang oleh ular itu. Serangan Elite Gray Snake lebih cepat daripada rubah, dengan mudah menghajar Fatty. Tampak tak berdaya.

"Aku akan menolong dia. Dengan kekuatan penyembuh, pulihlah! Recovery!"

Asia sang Priest menolak untuk lari, dan merapal Skill penyembuh terus menerus untuk mengisi HP Fatty yang terus berkurang akibat serangan Elite Grey Snake.

"Sialan!"

Anonim berlari dan melompat kearah ular tersebut dan memulai serangannya..

"Kau lebih baik berhadapan dengan aku sebelum dengan orang lain." Kata Anonim berdiri didepan Fatty menghalangi serangan Elite Grey Snake.

Si ular melompat dari tanah, lurus kearah dia membuka mulutnya siap menggigitnya. Anonim berguling ke samping dengan cepat, keluar dari jalur ular tengah menyerang, dan mengayunkan pedangnya melakukan serangan balik. serangan itu mengenai ular tersebut tapi hanya tergores saja mengurangi 50 poin HPnya.

"Anonim, larilah! MP-ku habis, jadi aku tidak bisa membantumu dengan skill penyembuhku!" Teriak Asia

"Anjrit, Priest macam apa itu yang tidak bisa ngatur MP-nya sendiri?" Anonim berteriak pada dirinya sendiri.

Karena bertugas penuh pada penyembuhan, dia seharusnya selalu menyimpan sejumlah MP untuk berjaga-jaga dalam keadaan darurat. Jika tidak, seseorang bisa berakhir tewas, atau dalam skenario terburuk, seluruh party akan dihadapkan dengan kemusnahan. Anonim berpikir dalam hati tak berdaya.

Dari belakang serangan api dari Qilin meluncur kearah ular, setelah beberapa saat tak ada lagi bantuan sihir yang terbang dari belakang. Sepertinya, Qilin juga kehabisan MP.

Hanya Anonim yang tersisa menembakkan Fatty yang sekarat di kejauhan. Si ular masih segar bugar, tatapannya seperti mengejek. Itu menimbulkan kemarahan Anonim melihat ular tersebut.

"Sini kau, brengsek! Aku bapakmu akan mengalahkanmu!" Anonim berteriak saat dia mengayunkan pedangnya dan mulai menyerang ular tersebut.